RIANTI : Perjalananmu akan menuntunmu menuju gerbang kebahagiaan
Tidak terasa waktu berjalan begitu cepat, sekarang menuju dua tahun perpisahan dengan mereka.
Aku mencoba mencari kabar mereka satu persatu, sekedar ingin menyapa dan bertanya tentang kehidupan mereka. Hidup di zaman sekarang memudahkan kita untuk mencari kabar seseorang. Cerita hari ini datang dari salah satu Saudara PA (Pendalaman Alkitab) yang dulu sama-sama duduk di bangku kuliah dari pertama masuk sampai selesai.
Rianti, salah satu perempuan yang cukup keras kepalah aku mengenalnya saat pertama masuk kuliah, yang kebetulan berasal dari daerah yang sama membuat kami mudah untuk berkomunikasi. Dia merupakan salah satu perempuan yang pernah membantuku melarikan diri dari masalahku, dan menemaniku sekitar dua hari di kampung orang hanya untuk bersembunyi.
Setahun yang lalu saat wisudah selesai dia memutuskan merantau jauh ke papua, mencari pekerjaan agar bisa menuntaskan kewajibannya sebagai sarjana. berbulan-bulan mencari pekerjaan namun usahanya belum juga membuahkan hasil. Bulan juni dia harus menerima kenyataan pahit karena satu-satunya orang yang paling dia cintai di dunia ini harus meninggalkannya. Kehilangan orang yang kita cintai saat kita tidak berada di sampingnya merupakan pukulan yang luar biasa. aku sendiri tidak bisa membayangkan seperti apa rasanya yang rianti rasakan saat itu.
Aku menanyakan keberadaannya saat itu, dan aku mendengar dari teman-teman pesawatnya belum bisa terbang. Jadi dia harus menunggu untuk mendapatkan penerbangan selanjutnya. berangkat dari papua menuju makassar dan makassar menuju mamuju tentu memakan waktu yang cukup lama. selanjutnya aku tidak bisa menceritakan apa yang dia rasakan saat bertemu dengan mamanya yang sudah terbaring kaku. Membayangkannya saja rasanya begitu sesak, apalagi jika berada di posisinya saat itu.
Berselang beberapa bulan kemudian saat kuburan mamanya belum kering dia harus menerima kenyataan pahit saat mengetahui papanya akan menikah lagi. Kehidupan seperti nereka yang dia rasakan datang bertubi-tubi. Dunia terasa begitu kejam menghantamnya dalam seketika.
Aku begitu marah pada papanya saat membaca pesan singkatnya, orang tua mana yang tegah membuat anaknya terluka berkali-kali. orang tua mana yang tidak punya perasaan yang lebih memilih perempuan lain dari pada darah dagingnya sendiri. seperti inikah manusia pada akhirnya ?
Penderitaan yang dia rasakan akhirnya membuatnya memilih untuk pergi jauh dari hadapan orang yang satu-stunya dia punya di dunia ini. Keputusannya untuk merantau lagi akan menuntunnya menuju ke dunia yang baru lagi, menuju sebuah cahaya yang akan membawahnya keluar dari kegelapan. Itulah yang aku percaya saat ini.
selamat berjuang Rianti..
Thanks.. This is story make me crying again.. I don't know why but this so crazy.
BalasHapusterimakasih sudah mau berbagi cerita.. Tuhan Yesus menjagamu
BalasHapus