Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2019

Kelak Setiap Kenangan Hanya Akan Berakhir Pada Ingatan

7 Mei 2019, aku dapat pesan Wa dari sahabatku pukul 22.13. aku membacanya pagi hari setelah bangun.. pesan itu datang ketika aku memposting Sebuah kutipan dari buku yang aku baca. dia mengatakan "dari beberapa tahun kenal ika ahirnya jadi penggemar buku, dulu cuma beli buku tidak di baca. kalaupun mau baca kalau mood"  aku membalas pesan itu dengan singkat "dulu hidup belum sekejam sekarang" lalu dia membalasnya tertawa dan mengatakan itu betul. dulu itu sekitar 3 tahun yang lalu, ketika masih kuliah aku sering membeli buku, buku untuk di pajang di kamar, atau hanya karena tertarik dengan judulnya. Aku masih ingat, aku pernah Membeli Novel karya Boy Candra. aku hanya membaca sampul depannya saja lalu ku bungkus dengan rapih kembali. lalu dia meminjamnya dan sampai sekarang tidak di kembalikan. terakhir buku itu diberikan ke sahabatku yang satunya. Entahlah aku tak pernah tau apakah dia membacanya atau hanya menyimpannya sebagai pajangan. Aku akan membaca...

AMOR FATI

untukmu, ada pesan dari "Amor fati" Jadi, saat kamu memutuskan untuk berhenti bekerja, alangkah baiknya jika kamu mempertimbangkan apa dan seberapa besar hal yang bisa kamu pelajari di tempat itu daripada hanya mengeluh soal perusahaan. Itulah standar yang paling penting. kamu berhenti bekerja bukan saat sudah tidak tahan lagi dengan perusahaan, melainkan saat visi pertumbuhan dirimu mulai meredup. Dengan demikian, kalau masalahnya adalah tugas, atau hubungan antarpersonal, atau fasilitas, maka bertahanlah sejenak, asalkan masih ada hal yang perlu dipelajari di tempat itu. Bentuklah dirimu sedikit-demi sedikit menjadi lebih bernilai dan setidaknya memperoleh kesadaran kecil. Namun jika menurutmu kamu sudah tidak bisa maju lagi di tempat itu, maka putuskanlah dengan tegas, meskipun pekerjaan itu kamu akui, cukup santai, dan bergaji tinggi. Perusahaan memang sosok serakah yang menuntut pengabdian sebesar-besarnya dari para anggotanya. Meski demikian ia bukan monst...

TERIMAKASIH APRIL

April terlalu banyak memberikan hal yang tak terduga dalam hidupku.. 31 maret, ketika pulang gereja dalam perjalanan pulang tiba-tiba ada kerinduan yang begitu besar ingin pulang ke makassar, permintaankupun sesimple itu sama Tuhan. dan Tuhan kasih, akupun berangkat tanggal 4 april. 2 April 2019, pagi-pagi sekitar jam 05.00 ada pesan wa yang masuk dari salah satu sahabatku yang di makassar, hari itu dia kehilangan Papanya. hari itu aku begitu takut, aku minta berangkat sama Tuhan, tapi bukan untuk datang melihat sahabatku berduka. 12 April, adalah hari ulang Tahunku yang ke 25, umur yang cukup dewasa. hari itu aku dapat kado dari Pdt stevy sebuah ayat di Alkitab Mazmur 90:12 "Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana". pdt menambahkan agar aku bisa merenungkan perjalanan hidupku sampai hari ini yang begitu luar biasa Tuhan bimbing . Aku juga dapat kado ayat Alkitab dari salah satu teman kuliahku di kitab Amsal 3:...