untukmu yang sedang berada di amang Pintu kedewasaan


aku sedang ingin berbicara banyak tentang kamu di tulisan kali ini..
karena itu bersiap-siaplah, kalau ingin marah temui aku..

kalau tidak salah kita bertemu pertama kali di bulan februari tahun ini, sebelumnya aku meminta kamu untuk datang pagi wawancara di kantor. aku melontarkan berbagai macam pertanyaan tanpa mempertanyakan dirimu lebih dalam. waktu terus berjalan jabatan tak menghalangi kita untuk lebih dalam mengenal satu sama lain, itulah yang aku sukai di tempat ini dari pemilik perusahaan sampai kebawahnya hampir sama dengan keluarga. 

aku menemukan semangat yang menggebuh-gebuh dalam dirimu saat pertama kali kamu memulai pekerjaan. kamu dengan santainya mengutarakan pendapat kamu ketika masuk siang dan tidak bisa mendapatkan omzet yang lebih karena orang yang sedikit di siang hari di bandingkan pagi hari 

tapi lama kelamaan aku menemukan dirimu yang berbedah, keras kepalah, sensitif, dan yang paling parahnya lagi kamu suka mengeluh.. jujur aku sedih ketika melihatmu mengeluh terus, aku kasian sama kondisi fisik dan mentalmu yang terus kamu bikin down. ketika kamu lelah di tembah lagi dengan mengeluh itu akan sangat-sangat mempengaruhi semua syaraf di tubuh kamu menjadi down dan pikiranmu akan negatif terus. dan semua terbukti dimana kamu tidak lagi mendisiplinkan dirimu lagi, absen mulai bolong-bolong, absen terlambat, kamu tidak mencernah dengan baik perkataan orang. Aku pengen ngomong ini dari dulu sama kamu tapi waktunya tidak pernah pas.

aku makin banyak belajar dari kamu, terkadang untuk menghajar orang seperti kamu memang harus Diam, karena kata-kata tidak akan masuk sampai ke dalam kepalahmu. dan tentu resikonya aku harus siap-siap untuk berdiam-diaman denganmu sampai kamu bisa meredam kemarahanmu. aku tidak pernah menyesal memperlakukan kamu seperti ini. aku terlanjur peduli dan terlanjur sayang sama kamu. Papa dan Mama kalau marah pasti tidak akan segan menghajar kita kalau kita salah. tapi tidak pernah membenci kita..

kamu sedang berada di jalan menuju kedewasaan, dimana semua hal tak pernah berjalan sesuai dengan rencanamu, beban yang makin besar dan hidup yang kadang tidak berpihak kepadamu..

"Alam melewatkan musim semi, hidup melewatkan anak mudah...
Mereka mengira bahwa semua masalah akan teratasi bila sudah bekerja. Namun, setelah terpelanting kesana kemari dan tersesat dalam tanggungjawab yang tiba-tiba membesar, barulah mereka menyadari bahwa menjadi dewasa tidak semudah membalik telapak tangan. Anak mudah mungkin memperoleh masa mudahnya secara alami, tetapi tidak demikian halnya dengan orang dewasa. Kita tidak otomatis menjadi dewasa hanya karena bertambah tua atau lulus kuliah. kita menjadi dewasa setelah mengalami berbagai cobaan dan belajar sedikit demi sedikit tentang kehidupan.
sesulit itulah kita menjadi Dewasa"

Hidup yang kamu jalani sekarang, bukan cuma untuk dirimu sendiri. banyak orang yang sedang menonton perjalanan hidupmu, orang-orang terdekatmu sedang menunggumu di puncak. kamu sedang berada di masa-masa Goyah, gampang tergoda dengan sesuatu, gampang goyah dengan masalah dan berbagai macam hal yang sedang menuju kepadamu untuk berusaha membuatmu goyah. ketika kamu di perhadapkan dengan pemasukan dan pengeluaran kamu harus belajar menyeimbangkan hidupmu. ketika kamu ingin bolos kamu harus belajar mendisiplinkan dirimu, penuhi sekelilingmu dengan orang-orang yang berfikir positif.

ada satu pesan yang selalu aku tanam dalam pikiranku, yang sampai saat ini terus mengingatkanku ketika aku merasa bosan. semoga pesan ini juga bisa membuatmu berpikir lebih luas lagi..

" jadi, saat kamu memutuskan untuk berhenti bekerja, alangkah baiknya jika kamu mempertimbangkan  apa dan seberapa besar hal yang bisa kamu pelajari di tempat itu daripada hanya mengeluh soal perusahaan. Itulah standar yang paling penting. Kamu berhenti bekerja bukan saat sudah tidak tahan lagi dengan perusahaan, melainkan saat visi pertumbuhan dirimu mulai meredup. dengan demikian, kalau masalahnya adalah tugas atau hubungan antarpersonal, atau fasilitas, maka bertahanlah sejenak. asalkan masih ada hal yang perlu dipelajari di tempat itu. bentuklah dirimu sedikit-demi sedikit menjadi lebih bernilai dan setidaknya memperoleh kesadaran kecil. namun jika menurutmu kamu sudah tidak bisa maju lagi di tempat itu, maka putuskanlah dengan tegas, meskipun pekerjaan itu kamu sukai, cukup santai, dan bergaji tinggi.
Perusahaan memang sosok serakah yang menuntut pengabdian sebesar-besarnya daripara karyawannya. meski demikian ia bukan moster bermata satu yang menghisap dan memeras karyawannya hingga ke tulang sumsum. pada dasarnya perusahaan juga ingin kamu bahagia ; teori manajemen mengungkapkan bahwa sebuah organisasi dikatakan sukses jika anggotanya bahagia. tentu saja alasannya utamanya adalah demi meningkatkan pencapaian management bukan karena mencintai karyawannya. terutama karena tempat kerja adalah bagian hidup yang sama pentingnya seperti keluarga. jika di kurangi waktu tidur, waktu yang kita habiskan di tempat kerja sebenarnya jauh lebih lama daripada waktu kita di rumah. itulah sebabnya, mengapa tempat kerja menjadi lahan terpenting dalam perkembangan hidupmu.
bertindaklah bijaksana. Gunakan perusahaan sebagai sarana untuk berkembang, bukan sekedar alat untuk mencari nafkah".

mari  belajar bersama-sama, 
kita tidak akan pernah satu pandangan tapi tujuan akhir kita pasti sama..
ketika aku mulai membosankan, marahlah padaku.
aku lebih suka melihatmu marah karena aku bisa melihatmu melepas sedikit bebanmu..
dirimu tak pernah menyedihkan, berbanggalah sedikit dengan masalahmu..
semua orang punya masalah.. 
Tuhan mengijinkan masalah itu terjadi padamu, karena Tuhan tahu kamu mampu melewatinya..


Manado, 09 november 2019




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Temukan Jawabannya di Matamu

Terimakasih

HADAPI MASALAHMU- HIDUP ITU INDAH