JEJAK KAKI PERTAMA DI TAHUN 2020
Dalam perjalanan pulang aku ketemu dua laki-laki yang satunya sedang berbahagia dan yang satunya lagi laki-laki yang malang.
Perjalanan yang harusnya di tempuh cuma 1 jam 30 menit, berubah menjadi 3 jam karena cuaca yang benar-benar buruk. Aku mendapat tempat duduk yang paling belakang, ku lihat sekelilingku semua orang mulai gelisa menunggu pesawat take off. tiba-tiba laki-laki di samping mengajakku bercerita, menanyakan tujuanku dan kami larut dalam cerita sampai pesawat take off. Dia sedang berbahagia karena tepat jam 12.00 hari ini anak pertamanya lahir, anak laki-laki sesuai yang di harapkan, katanya..
ketika pesawat mendarat, kami masi sibuk bercerita sampai seseorang yang memakai seragam yang sama datang, menghampiri tempat duduk kami sambil mengantri keluar dari pesawat. aku duduk di tengah-tengah mereka. lalu orang itu bercerita seminggu yang lalu dia di tugaskan di kota yang berbeda, keberangkatannya minggu lalu istrinya masuk rumah sakit, satu hari di tempatnya bertugas tiba-tiba dia mendengar kabar istrinya meningal hari ini..
aku kaget kasian melihatnya, dia meminta ijin ke pramugari untuk lewat tangga belakang karena buru-buru ingin pulang memakamkan istrinya, tapi sayangnya pihak bandara tidak mengijinkan dan harus keluar melalui pintu depan melalui antrian yang panjang..
aku menyalami mereka mengucapkan selamat kepada teman yang duduk di sampingku atas kelahiran putra pertamanya..
dan dengan sangat berat aku mengucapkan turut berduka untuk kepergian istrinya..
kupersilahkan mereka duluan dan kamipun berpamitan.
aku memilih untuk keluar paling terakhir dari pesawat..
dan terus berdoa dalam hati dan meyakinkan diriku sendiri bahwa ada beberapa hal yang hanya Tuhan yang mengetahuinya, ada beberapa hal yang hanya Tuhan yang mengerti saat hal itu menolak pengertian kita..
"Ada kalanya ketika kita harus berkata, " Engkau tahu Tuhan, saya benar-benar tidak mengerti ini, tapi Tuhan mengerti dan itu sudah cukup.
penerbangan kali ini cukup menegangkan, beberapa kali pengumuman mengenai cuaca yang buruk. pesawat yang naik tiba-tiba meluncur kebawah membuat seisi pesawat panik.
satu jam ku habiskan untuk membaca sambil mengalihkan ketakutanku sepanjang perjalanan..
dan ku dapati pesan yang yang sangat memberkati saya " Apapun yang Tuhan Kehendaki Untuk aku lakukan, Tuhan akan memperlengkapi aku. Biarkan Tuhan menjadi Tuhan. Biarkan Tuhan membawahku Bersama Dia karena Tuhan tahu aku telah Siap".
Komentar
Posting Komentar