Era revousi Industri 4.0 atau otomatisasi dan Data membawah dampak yang sangat Besar di awal tahun ini, khususnya untuk usaha-usaha menengah. Banyak usaha yang akhirnya harus gulung tikar karena kehabisan ide dan tidak bisa mengikuti perkembangan zaman.
Di sepanjang sejarah, kita tahu perkembangan industri tidak dapat kita hindari dan telah menghasilkan perkembangan teknologi yang luar biasa, yang telah sangat mempermudah kehidupan manusia sekaligus memperburuk kualitas hubungan antarmanusia. sejak era industrialisasilah hubungan keluarga makin renggang kerena dipisahkan oleh pekerjaan dan teknologi.
Bahkan, teknologi yang lebih maju pada era komputerisasi yang di anggap akan menjadi solusi bagi hubungan keluarga ternyata justru semakin individualistis.
Banyak kejadian yang saya temui di awal tahun ini, orang tua yang sibuk dengan pekerjaan dan gadjet masing-masing mengakibatkan anak-anak terabaikan, orang tua yang harusnya mendampingi untuk menyelesaikan tugas sekolah tak bisa berjalan dengan baik, malam hari yang harusnya di manfaatkan untuk istirahat, menjadi waktu yang harus di gunakan untuk beraktivitas.
hingga akhirnya sibuk Saling menyalahkan satu sama lain.
Perkembangan zaman semakin mengerikan, apalagi dalam dunia kerja.
Dunia yang dipenuhi dengan kelicikan, kebohongan, dan bahkan bisa menjadi dunia paling terkejam.
Dunia yang bisa membuat kita mengorbankan dan menjatuhkan orang lain.
Dengan segalah kemajuan yang terjadi, sebenarnya tujuannya baik, tetapi respon kita yang terkadang merusak kebaikan itu..
Pada dasarnya Akitab memang menegaskan :
"Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu. Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dunia. dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, Tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya. (1 yohanes 2:15-17).
kita di pertemukan dengan begitu banyak masalah dan realita kehidupan yang terjadi, yang membuat pikiran kita ramai dan berantakan karena terlalu memikirkannya.
Pada saat itu yang perlu kita lakukan adalah menarik diri dan menyadarkan diri sendiri untuk lebih memahami dari Perspektif Alkitab, yang tidak bisa kita kendalikan kita responi dengan iman, dan yang bisa kita kendalikan kita responi dengan Hikmat dan Kebijaksanaan dari Tuhan, dan manjadikan Tuhan Dekorator Interior Kita untuk merenovasi pikiran kita.
Manado, 05 Maret 2020
Komentar
Posting Komentar